Batik Yogyakarta Dipromosikan ke Dunia Lewat Katalog Khusus
- Administrator
- Selasa, 26 Mei 2026 11:29
- 5 Lihat
- Sorotan
Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta mulai menyiapkan langkah baru untuk membawa batik khas Yogyakarta lebih dikenal dunia internasional. Melalui Dinas Pariwisata DIY, pemerintah tengah menyusun katalog khusus berisi ragam motif dan desain batik yang nantinya akan diperkenalkan kepada berbagai delegasi luar negeri maupun dalam agenda kunjungan internasional.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DIY, Iwan Pramana, mengatakan katalog tersebut tidak hanya menampilkan motif batik klasik yang selama ini identik dengan Yogyakarta, tetapi juga desain-desain modern hasil pengembangan perajin dan desainer lokal. Langkah ini dinilai penting agar batik Yogyakarta mampu menjangkau selera pasar global yang terus berkembang.
Menurut Iwan dalam keterangannya, promosi batik ke mancanegara akan dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai perwakilan dagang Indonesia di luar negeri. Momentum itu juga diperkuat dengan meningkatnya kunjungan tamu internasional ke Yogyakarta, termasuk delegasi dari New York yang beberapa waktu lalu datang bersama agenda pemerintahan daerah.
Meski batik Indonesia telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia, Pemda DIY menilai batik khas Yogyakarta masih perlu diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat internasional. Karena itu, misi diplomasi budaya terus digencarkan melalui berbagai kegiatan seni, budaya, hingga pameran internasional yang melibatkan pemerintah daerah.
Selain memperkuat identitas budaya, promosi ini juga diarahkan untuk menjadikan batik sebagai bagian dari industri fesyen global. Pemerintah DIY ingin mengubah pandangan bahwa batik bukan hanya sekadar cenderamata atau pakaian tradisional, tetapi juga bisa tampil sebagai produk mode yang modern dan kompetitif di pasar dunia.
Semangat tersebut sejalan dengan visi Sri Sultan Hamengkubuwono X yang ingin mendorong Yogyakarta menjadi salah satu pusat fesyen dunia. Kehadiran agenda tahunan seperti Jogja Fashion Week juga dianggap mampu membuka peluang lebih besar bagi para pelaku industri kreatif dan desainer batik lokal untuk tampil di panggung internasional.
Ke depan, Pemda DIY berencana memperluas kolaborasi dengan kantor-kantor perwakilan Indonesia di berbagai negara guna memperkenalkan kekayaan motif batik Yogyakarta. Dengan strategi tersebut, batik diharapkan tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga kekuatan ekonomi kreatif yang mampu membawa nama Yogyakarta semakin dikenal dunia.
Foto: Unsplash